10 gunung tertinggi di Indonesia

[10]gunung argapura (3088m)

Gunung Argapura merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Argapura mempunyai ketinggian setinggi 3.088 meter. Gunung ini sering juga disebut dengan Argopuro.

Gunung Argapura merupakan bekas gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi.

Gunung ini termasuk bagian dari pegunungan Iyang yang terletak di kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Berada pada posisi di antara Gunung Semeru dan Gunung Raung. Ada beberapa puncak yang dimiliki oleh gunung ini. Puncak yang terkenal bernama Puncak Rengganis/gunung Welirang(topografichen Dienst 1928). Sedangkan puncak tertingginya berada pada jarak ± 200 m di arah selatan puncak Rengganis. Puncak tertinggi ini bernama Argapoera dan ditandai dengan sebuah tugu ketinggian (triangulasi).

Gunung Argapura mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

[9]gunung merbabu (3145m)

Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur, Propinsi Jawa Tengah.

Gunung Merbabu dikenal melalui naskah-naskah masa pra-Islam sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke-15. Menurut etimologi, “merbabu” berasal dari gabungan kata “meru” (gunung) dan “abu” (abu). Nama ini baru muncul pada catatan-catatan Belanda.

Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut. Puncak gunung Merbabu berada pada ketinggian 3.145 meter di atas permukaan air laut.

[8]gunung sindoro (3150m)

Gunung Sindara, biasa disebut Sindoro, atau juga Sundoro (altitudo 3.150 meter di atas permukaan laut) merupakan sebuah gunung volkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia, dengan Temanggung sebagai kota terdekat. Gunung Sindara terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing.

Kawah yang disertai jurang dapat ditemukan di sisi barat laut ke selatan gunung, dan yang terbesar disebut Kembang. Sebuah kubah lava kecil menempati puncak gunung berapi. Sejarah letusan Gunung Sindara yang telah terjadi sebagian besar berjenis ringan sampai sedang (letusan freatik).

[7]gunung welirang (3156m)

Gunung Welirang (atau Walirang, nama kuna) merupakan sebuah gunung yang terdapat di Jawa Timur, Indonesia. “Welirang” dalam bahasa Jawa berarti belerang. Gunung Welirang mempunyai ketinggian setinggi 3,156 meter dan memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

[6]gunung lawu (3265m)

Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api “istirahat” dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous.

Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.

Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit: Candi Sukuh dan Candi Cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Suharto.

[5]gunung raung (3322m)

Gunung Raung merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia dan mempunyai ketinggian setinggi 3,332 meter. Gunung Raung mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

[4]gunung sumbing (3336m)

Gunung Sumbing merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Sumbing mempunyai ketinggian setinggi 3.371 meter.

Gunung Sumbing mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Sebagian besar wilayah di gunung ini telah digunakan untuk lahan pertanian. Di puncaknya gunung ini mempunyai kawah yang masih aktif.

[3]gunung arjuno (3339m)

Gunung Arjuno (atau Gunung Arjuna, dalam nama kuna) terletak di Malang, Jawa Timur, bertipe Strato dengan ketinggian 3.339 m dpl dan berada di bawah Pengelolaan Tahura Raden Soeryo. Biasanya gunung ini dicapai dari tiga titik pendakian yang cukup dikenal yaitu dari Lawang, Tretes dan Batu.

Gunung Arjuno bersebelahan dengan Gunung Welirang. Puncak Gunung Arjuno terletak pada satu punggungan yang sama dengan puncak gunung Welirang. Selain dari dua tempat diatas Gunung Arjuno dapat didaki dari berbagai arah yang lain. Gunung yang terletak di sebelah barat Batu, Malang – Jawa Timur ini juga merupakan salah satu tujuan pendakian. Disamping tingginya yang telah mencapai lebih dari 3000 meter, di gunung ini terdapat beberapa objek wisata. Salah satunya adalah objek wisata air terjun Kakek Bodo yang juga merupakan salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Arjuna. Meskipun selain objek wisata air terjun Kakek Bodo terdapat pula air terjun lain, tetapi para wisatawan jarang yang mendatangi air terjun lainnya, mungkin karena letak dan sarana wisatanya kurang mendukung.

Gunung Arjuno mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Gunung Arjuno dapat didaki dan berbagai arah, arah Utara (Tretes) melalui Gunung Welirang,dan arah Timur (Lawang) dan dari arah Barat (Batu-Selecta), dan arah selatan (Karangploso), juga dari kecamatan Singosari melalui desa Sumberawan. Desa Sumberawan adalah desa pusat kerajinan tangan di kecamatan Singosari merupakan desa terakhir untuk mempersiapkan diri sebelum memulai pendakian.

[2]gunung slamet (3432m)

Gunung Slamet (3.432 meter) adalah gunung berapi yang terdapat di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, dan merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa. Terdapat empat kawah di puncaknya yang semuanya aktif.

Di kaki gunung ini terdapat sebuah kawasan wisata bernama Baturraden atau Batur Raden. Kawasan wisata ini biasa dicapai orang dari kota Purwokerto, ibukota Kabupaten Banyumas.

Gunung Slamet merupakan salah satu gunung yang menjadi tujuan ekspedisi para pendaki, baik dari wilayah setempat maupun wilayah lainnya. Gunung ini mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Dalam buku yang berjudul “Three Old Sundanese Poems”, terbitan KITLV Leiden tahun 2006, J. Noorduyn menyebutkan bahwa nama “Slamet” adalah relatif baru yaitu setelah masuknya Islam ke Jawa. Dengan merujuk kepada naskah kuno Sunda Bujangga Manik, Noorduyn menuliskan bahwa nama lama dari gunung ini adalah Gunung Agung.

Aktivitas terakhir adalah pada bulan Mei 2009 dan sampai Juni masih terus mengeluarkan lava pijar.

[1]gunung semeru (3676m)

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.

Semeru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Posisi gunung ini terletak diantara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06′ LS dan 120°55′ BT.

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4666727

10 Surga Taman Laut di Indonesia

Seperti yang kita semua ketahui, Indonesia adalah negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia, dengan luas laut mencapai 5.8 juta km persegi, 17.508 pulau, dan dikelilingi garis pantai sepanjang 81.290 km. Maka, tak heran, bila Indonesia memiliki potensi kelautan yang begituuu kaya. Surga-surga bahari itu tersebar di berbagai titik di sekujur tubuh ibu pertiwi yang kita cintai ini. Mau tau apa saja? Mari kita lihat.

Jangan salahkan kami jika setelah membaca ini Anda makin cinta alam Indonesia. 

1. Raja Ampat

Terumbu Karang Raja Ampat (Credit: Leslie Richter, 2007)

Raja Ampat adalah sebuah kabupaten di propinsi Papua Barat yang sangat terkenal dengan keindahan baharinya. Pecinta wisata alam pasti memasukkan Raja Ampat sebagai salah satu tempat yang harus didatangi. Ya, betapa tidak. Kekayaan alam yang disimpannya memang menakjubkan.
Coba lihat daftar kekayaan yang dimiliki Raja Ampat ini:

“1,511 species of reef fish in the Bird’s Head Seascape
1,320 species of reef fish in Raja Ampat
27 species of endemic reef fish found only in the Birds Head Seascape
600 species of hard coral recorded in the Bird’s Head Seascape
75% of all known coral species in the world
10 times the number of hard coral species found in the entire Caribbean
57 species of Mantis Shrimp in the Birds Head Seascape
13 species of Marine Mammals in the Bird’s Head Seascape
5 species of endangered sea turtles in the Bird’s Head Seascape”

2. Kepulauan Togian

Ikan-ikan di Perairan Kepulauan Togian (Sumber: Kaskus)

Sekitar bulan Mei 2010 silam, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menetapkan Taman Laut Kepulauan Togian di Kabupaten Tojo Una-una sebagai ikon pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah. Taman laut ini memiliki luas keseluruhan mencapai 362.605 hektare yang meliputi beberapa pulau dan wilayah perairan. Termasuk 10.659 hektare hutan lindung dan pelestarian mangrove. Terdapat pula sekitar 596 jenis ikan, 555 jenis moluska, beberapa satwa langka kima raksasa, penyu hijau, penyu sisik, dan paus pilot di kawasan tersebut. Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga menemukan spesies baru burung endemik yang disebut burung kacamata Togian. Untuk terumbu karang, ada sekitar 262 jenis yang terhampar seluas 132.000 hektar dan menjadi lokasi terumbu karang terluas di Indonesia. Sebagian lokasi dijadikan sebagai dive spot yang banyak dikunjungi wisatawan. Beberapa yang terbaik adalah di sekitar Pulau Togian dan Pulau Kadadiri.

3. Takabonerate

Ikan Badut di Takabonerate (Sumber: Scubagears)

Terletak di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. Taman laut ini memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Maldives. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 kilometer persegi. Ada 261 jenis terumbu karang yang telah teridentifikasi dari 17 famili. Selain itu, terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi, seperti kerapu, cakalang, napoleon wrasse, dan baronang. Jenis-jenis penyu yang tercatat adalah penyu sisik, penyu hijau, dan penyu lekang. Dan, masih banyak lagi kekayaan alam yang terdapat di sana untuk dinikmati. Wow!

4. Bunaken

Bunaken (Credit: Scott Gietler)

Ah ya, untuk yang satu ini,sama terkenalnya dengan Raja Ampat. Kami rasa hampir semua pembaca mengetahuinya. Ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1991, taman laut ini terletak di Kabupaten Dati II Minahasa, Manado, Sulawesi Utara. Memiliki keanekaragaman jenis organisme akuatik yang langka, seperti duyung, dugong, lumba-lumba, ikan hias, kima raksasa, penyu sisik, penyu hijau, dan lain-lain. Ekosistemnya sendiri terdiri dari berbagai habitat seperti padang lamun, terumbu karang, dan hutan bakau. Terumbu karangnya didominasi oleh jenis Pocilopora sp, Seriaattopora sp, Pachyseris sp, Porites sp, Fungia sp, Herpolitha sp, Holomitra sp, Galaxea sp, Pectinia sp, Lobophyllia sp, Echinopora sp dan Tubastrea sp.

5. Wakatobi

Wakatobi (Credit: Harryjuselius)

Wakatobi, sesungguhnya adalah singkatan dari nama empat pulau besar (Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko) di Kepulauan Tukang Besi, Sulawesi Tenggara. Ditunjuk sebagai taman nasional pada tanggal 30 Juli 1996 dikarenakan potensi sumber daya alam laut yang dimilikinya. Secara keseluruhan, kawasan laut Wakatobi menyimpan kekayaan berupa 390-an spesies karang laut dan berbagai binatang laut yang menghiasinya. Aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan di taman laut ini antara lain seperti menyelam, snorkeling, dan berenang melihat 25 gugusan terumbu karang yang tersebar di 25 titik di sepanjang 600 km garis pantai.

6. Teluk Jailolo

Beberapa Nudibranch di Teluk Jailolo (Credit: Sam, Festival Teluk Jailolo)

Bulan Juni 2010 yang lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan memasukkan Teluk Jailolo di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara menjadi salah satu daerah yang akan dikembangkan potensi wisata bawah lautnya. Teluk tersebut memiliki sepuluh titik diving yang diperuntukkan bagi para penyelam yang ingin menikmati kecantikan dasar lautnya. Air laut teluk yang masuk teritori segitiga koral (coral triangle) Indonesia itu sangat jernih, berkontur unik, dan memiliki keragaman hayati biota laut yang langka. Ada sejumlah biota laut langka yang hanya terdapat di perairan kawasan timur Indonesia, seperti mandarin fish, japanese spy, nudybranch, wreck, lion fish, white shark fins (hiu sirip putih), dan black shark fins (hiu sirip hitam).

7. Kungkungan

Pom Pom Crab/Boxing Crab Kungkungan (Credit: Barb Makokin, 2010)

Mungkin belum banyak yang mendengar surga wisata bahari yang satu ini. Namun, di telinga turis mancanegara, Kungkungan menjadi salah satu tempat wisata bawah laut yang masuk daftar wajib kunjung. Maka tidak heran, jika Anda pergi ke sana, turis asing akan lebih mudah dijumpai dibandingkan wisatawan lokal. Beragam ikan laut dan gugusan karang yang indah merupakan panorama khas bawah laut Kungkungan. Bahkan jika beruntung, saat menyelam Anda bisa bertemu spesies langka seperti kuda laut kerdil, ikan katak berbulu lebat, ikan kalajengking ambon, hingga ikan pipa kembang. Oh ya, Kungkungan terletak di Sulawesi Utara.

8. Laut Banda

Banda (Credit: Jones)

Lokasi Taman Laut Banda terletak di antara Pulau Neira, Pulau Gunung Api, Pulau Ai, Pulau Sjahrir, dan Pulau Hatta, Maluku Tengah. Taman laut ini memiliki  350 spesies biota laut, termasuk berbagai jenis kerang purba yang saat ini hampir punah. Pengunjung dapat menikmati petualangannya menyelam dan melihat lumba-lumba, tuna, lobster, penyu, juga barracuda besar.

9. Pulau Derawan

Derawan (Sumber: Unlvasa)

Wisata bawah laut Pulau Derawan, baru-baru ini menempati urutan ke-4 setelah Raja Ampat di Papua, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Taman Laut Bali Barat (Pulau Menjangan) di Bali. Terdapat beragam biota laut di sini, seperti cumi-cumi, lobster, ikan pipa, gurita, kuda laut, belut pita, juga ikan skorpion. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall” karena pada karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fishes).

10. Pulau Menjangan

Menjangan (Sumber: Baliwww)

Adalah pulau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Perairan di sekitar pulau ini sering menjadi tujuan para pelancong karena panorama bawah lautnya yang indah. Karang-karang yang ada tersusun menyerupai terasering dan menempel di dinding hingga kedalaman 50 meter. Ada karang biru, karang meja dan berbagai jenis karang lain yang dilindungi pemerintah. Konon, keindahan panorama bawah laut di kawasan ini tak kalah dibanding panorama bawah laut di Karibia!

Sumber: http://www.indonesiaberprestasi.web.id