10 Surga Taman Laut di Indonesia

Seperti yang kita semua ketahui, Indonesia adalah negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia, dengan luas laut mencapai 5.8 juta km persegi, 17.508 pulau, dan dikelilingi garis pantai sepanjang 81.290 km. Maka, tak heran, bila Indonesia memiliki potensi kelautan yang begituuu kaya. Surga-surga bahari itu tersebar di berbagai titik di sekujur tubuh ibu pertiwi yang kita cintai ini. Mau tau apa saja? Mari kita lihat.

Jangan salahkan kami jika setelah membaca ini Anda makin cinta alam Indonesia. 

1. Raja Ampat

Terumbu Karang Raja Ampat (Credit: Leslie Richter, 2007)

Raja Ampat adalah sebuah kabupaten di propinsi Papua Barat yang sangat terkenal dengan keindahan baharinya. Pecinta wisata alam pasti memasukkan Raja Ampat sebagai salah satu tempat yang harus didatangi. Ya, betapa tidak. Kekayaan alam yang disimpannya memang menakjubkan.
Coba lihat daftar kekayaan yang dimiliki Raja Ampat ini:

“1,511 species of reef fish in the Bird’s Head Seascape
1,320 species of reef fish in Raja Ampat
27 species of endemic reef fish found only in the Birds Head Seascape
600 species of hard coral recorded in the Bird’s Head Seascape
75% of all known coral species in the world
10 times the number of hard coral species found in the entire Caribbean
57 species of Mantis Shrimp in the Birds Head Seascape
13 species of Marine Mammals in the Bird’s Head Seascape
5 species of endangered sea turtles in the Bird’s Head Seascape”

2. Kepulauan Togian

Ikan-ikan di Perairan Kepulauan Togian (Sumber: Kaskus)

Sekitar bulan Mei 2010 silam, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menetapkan Taman Laut Kepulauan Togian di Kabupaten Tojo Una-una sebagai ikon pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah. Taman laut ini memiliki luas keseluruhan mencapai 362.605 hektare yang meliputi beberapa pulau dan wilayah perairan. Termasuk 10.659 hektare hutan lindung dan pelestarian mangrove. Terdapat pula sekitar 596 jenis ikan, 555 jenis moluska, beberapa satwa langka kima raksasa, penyu hijau, penyu sisik, dan paus pilot di kawasan tersebut. Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga menemukan spesies baru burung endemik yang disebut burung kacamata Togian. Untuk terumbu karang, ada sekitar 262 jenis yang terhampar seluas 132.000 hektar dan menjadi lokasi terumbu karang terluas di Indonesia. Sebagian lokasi dijadikan sebagai dive spot yang banyak dikunjungi wisatawan. Beberapa yang terbaik adalah di sekitar Pulau Togian dan Pulau Kadadiri.

3. Takabonerate

Ikan Badut di Takabonerate (Sumber: Scubagears)

Terletak di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. Taman laut ini memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Maldives. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 kilometer persegi. Ada 261 jenis terumbu karang yang telah teridentifikasi dari 17 famili. Selain itu, terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi, seperti kerapu, cakalang, napoleon wrasse, dan baronang. Jenis-jenis penyu yang tercatat adalah penyu sisik, penyu hijau, dan penyu lekang. Dan, masih banyak lagi kekayaan alam yang terdapat di sana untuk dinikmati. Wow!

4. Bunaken

Bunaken (Credit: Scott Gietler)

Ah ya, untuk yang satu ini,sama terkenalnya dengan Raja Ampat. Kami rasa hampir semua pembaca mengetahuinya. Ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1991, taman laut ini terletak di Kabupaten Dati II Minahasa, Manado, Sulawesi Utara. Memiliki keanekaragaman jenis organisme akuatik yang langka, seperti duyung, dugong, lumba-lumba, ikan hias, kima raksasa, penyu sisik, penyu hijau, dan lain-lain. Ekosistemnya sendiri terdiri dari berbagai habitat seperti padang lamun, terumbu karang, dan hutan bakau. Terumbu karangnya didominasi oleh jenis Pocilopora sp, Seriaattopora sp, Pachyseris sp, Porites sp, Fungia sp, Herpolitha sp, Holomitra sp, Galaxea sp, Pectinia sp, Lobophyllia sp, Echinopora sp dan Tubastrea sp.

5. Wakatobi

Wakatobi (Credit: Harryjuselius)

Wakatobi, sesungguhnya adalah singkatan dari nama empat pulau besar (Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko) di Kepulauan Tukang Besi, Sulawesi Tenggara. Ditunjuk sebagai taman nasional pada tanggal 30 Juli 1996 dikarenakan potensi sumber daya alam laut yang dimilikinya. Secara keseluruhan, kawasan laut Wakatobi menyimpan kekayaan berupa 390-an spesies karang laut dan berbagai binatang laut yang menghiasinya. Aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan di taman laut ini antara lain seperti menyelam, snorkeling, dan berenang melihat 25 gugusan terumbu karang yang tersebar di 25 titik di sepanjang 600 km garis pantai.

6. Teluk Jailolo

Beberapa Nudibranch di Teluk Jailolo (Credit: Sam, Festival Teluk Jailolo)

Bulan Juni 2010 yang lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan memasukkan Teluk Jailolo di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara menjadi salah satu daerah yang akan dikembangkan potensi wisata bawah lautnya. Teluk tersebut memiliki sepuluh titik diving yang diperuntukkan bagi para penyelam yang ingin menikmati kecantikan dasar lautnya. Air laut teluk yang masuk teritori segitiga koral (coral triangle) Indonesia itu sangat jernih, berkontur unik, dan memiliki keragaman hayati biota laut yang langka. Ada sejumlah biota laut langka yang hanya terdapat di perairan kawasan timur Indonesia, seperti mandarin fish, japanese spy, nudybranch, wreck, lion fish, white shark fins (hiu sirip putih), dan black shark fins (hiu sirip hitam).

7. Kungkungan

Pom Pom Crab/Boxing Crab Kungkungan (Credit: Barb Makokin, 2010)

Mungkin belum banyak yang mendengar surga wisata bahari yang satu ini. Namun, di telinga turis mancanegara, Kungkungan menjadi salah satu tempat wisata bawah laut yang masuk daftar wajib kunjung. Maka tidak heran, jika Anda pergi ke sana, turis asing akan lebih mudah dijumpai dibandingkan wisatawan lokal. Beragam ikan laut dan gugusan karang yang indah merupakan panorama khas bawah laut Kungkungan. Bahkan jika beruntung, saat menyelam Anda bisa bertemu spesies langka seperti kuda laut kerdil, ikan katak berbulu lebat, ikan kalajengking ambon, hingga ikan pipa kembang. Oh ya, Kungkungan terletak di Sulawesi Utara.

8. Laut Banda

Banda (Credit: Jones)

Lokasi Taman Laut Banda terletak di antara Pulau Neira, Pulau Gunung Api, Pulau Ai, Pulau Sjahrir, dan Pulau Hatta, Maluku Tengah. Taman laut ini memiliki  350 spesies biota laut, termasuk berbagai jenis kerang purba yang saat ini hampir punah. Pengunjung dapat menikmati petualangannya menyelam dan melihat lumba-lumba, tuna, lobster, penyu, juga barracuda besar.

9. Pulau Derawan

Derawan (Sumber: Unlvasa)

Wisata bawah laut Pulau Derawan, baru-baru ini menempati urutan ke-4 setelah Raja Ampat di Papua, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, dan Taman Laut Bali Barat (Pulau Menjangan) di Bali. Terdapat beragam biota laut di sini, seperti cumi-cumi, lobster, ikan pipa, gurita, kuda laut, belut pita, juga ikan skorpion. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai “Blue Trigger Wall” karena pada karang dengan panjang 18 meter tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fishes).

10. Pulau Menjangan

Menjangan (Sumber: Baliwww)

Adalah pulau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Perairan di sekitar pulau ini sering menjadi tujuan para pelancong karena panorama bawah lautnya yang indah. Karang-karang yang ada tersusun menyerupai terasering dan menempel di dinding hingga kedalaman 50 meter. Ada karang biru, karang meja dan berbagai jenis karang lain yang dilindungi pemerintah. Konon, keindahan panorama bawah laut di kawasan ini tak kalah dibanding panorama bawah laut di Karibia!

Sumber: http://www.indonesiaberprestasi.web.id